Rabu, 30 Mei 2012

TUGAS 3 AKUNTANSI INTERNASIONAL


NAMA           : IKA DINI SOLEHA
NPM               : 20208614
KELAS          :4EB14
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar barang dan jasa antar negara bangsa. Sebab¬sebab terjadinya perdagangan internasional, yaitu:
1.Perbedaan sumber daya alam (SDA).
2.Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
3.Perbedaan kebudayaan.
4.Mencari keuntungan.
5. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Tabel I : Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Malaysia, 2005 – 2009 (USD ‘000)
Tahun
Ekspor (F.O.B)
Impor (C.I.F)
Total Perdagangan
Neraca
2005
141.594.798
114.301.391
255.896.189
27.293.407
2006
160.559.809
131.064.975
291.624.784
29.494.834
2007
176.039.456
146.850.650
322.890.107
29.188.806
2008
199.050.186
156.484.813
355.534.999
42.565.374
2009
156.981.011
123.401.341
280.382.351
33.579.670
Trend (%)
2005 – 2009
4,30
3,36
3,88
8,13
Growth (%)
2008/2009
-21,13
-21,14
-21,14
21,11

Exchange Rate (average for period)
2005:   USD 1 = RM 3,7871; 2006: USD 1 = RM 3,6682; 2007: USD 1 = RM 3,4376; 2008: USD 1 = RM 3,3333; 2009:   USD 1 = RM 3,5246 (Sumber: Bank Sentral Malaysia)

·         Analisis
Ø  Bahwa dengan adanya neraca perdagangan ntara Indonesia dengan Malaysia dapat kita ketahui dengan adanya peningkatan hubungan dagang antara Malaysia dan Indonesia dapat dilihat dari trend total perdagangannya pada periode 2005 - 2009 yang nilainya relatif cukup besar yaitu meningkat rata-rata sebesar 12,69% per tahun. Jika pada tahun 2005 total nilai perdagangan kedua negara hanya berjumlah USD 7,70 milyar, pada tahun 2008 nilai tersebut menjadi USD 13,48 milyar, tetapi disebabkan krisis pada 2009 nilai tersebut kembali menurun menjadi USD 11,44 milyar. Pada 2009, total nilai perdagangan bilateral antara Indonesia – Malaysia mencatat jumlah USD 11,44 milyar, turun sebesar 15,11%% berbanding periode yang sama tahun 2008.

Sabtu, 24 Maret 2012

TUGAS 2 KUNTANSI INTERNASIONAL


NAMA            : IKA DINI SOLEHA
NPM               : 20208614
KELAS            : 4EB14
TUGAS 2 AKUNTANSI INTERNASIONAL
1.            Carilah contoh kasus  perusahaan pengguna L/C, skema, dan solusi dari perusahaan tersebut!
Ø            Letter of Credit ( LC ) adalah Surat Berharga, yang merupakan alat bayar untuk sesuatu transaksi ekspor-impor, sehingga pengaturan hukum atas Letter of Credit tersebut diatur adalam perjanjian Internasional ( bukan perjanjian Nasional / Indonesia ) yang dikuti oleh semua Negara-negara didunia, yaitu menggunakan UCP.500 ( United Custom Practice .500 )
Kasus : Pemilik Kartu Kredit sedang berbelanja disebuah toko, yang mana dia sedang membeli barang elektronik seharga Rp 2.500.000,- , tetapi kemudian teringat membutuhkan uang cash sebesar Rp. 500.000, karena tidak akan sempat ke ATM, untuk mengambil tunai dengan Kartu Kredit tersebut, maka dia meminta tolong kepada pemilik toko, agar kwintansi dalam barang tersebut dibuat Rp. 3.000.000,- dimana yang Rp.500.000 dia minta secara TUNAI atau CASH dan yang Rp. 2.500.000 berupa barang yang dia beli. Pada saat jatuh tempo pembayaran kartu kredit, maka pemilik kartu kredit akan ditagih oleh Bank sebesar Rp. 3.000.000 atas transaksi pembelian barang, bukan terpisah dua transaksi yaitu atas Rp.2.500.000 pembelian barang dan Rp.500.000 uang cash. Selama tidak ada complain dari salah satu pihak, maka transaksi tersebut sah-sah saja dan harus dibayar pada saat jatuh tempo. Apakah pada kwintansi tersebut yang tertulis pembelian barang sebesar Rp.3.000.000 adalah dokumen fiktif, dimana semua pihak yang terlibat menyepakati dan menyetujui, yaitu pembeli, penjual, issuing bank & negotiating bank, bahwa harga barang tersebut adalah Rp. 3.000.000,- dan pembayarannyapun akan dilakukan yaitu sebesar Rp,.3.000.000,- ditambah premi, dll oleh pemilik kartu kredit kepada Issuing Bank.
Kesimpulan kasus: Pada kartu kredit terdapat dokumen pendukung yaitu kwintansi yang seolah-olah harga barang adalah Rp. 3.000.000,- sedangkan pada L/C seolah-olah telah atau akan ada pengiriman dengan dokumen yang disepakati didalam L/C.
Solusi : dari kasus tersebut maka Bank BNI atas sepengetahuan direksi di kantor Pusat,
menyetujui dibuat AKTE PENGAKUAN HUTANG atas total pendiskontoan L/C yang terjadi dan masih ditambah dengan Borgtogh oleh Owner dan Konsultan Investasi Sagared Group. Yang pada sebenarnya bahwa APU tersebut adalah sama dengan Letter of Indemnity partial yang terlampir per slip L/C yang menyangkut HAK REGRES, yang kemudian direkapitulasi menjadi total angka didalam APU dengan tambahan jaminan/collateral saja.
Skema Kasus Bank BNI tersebut

Jumat, 16 Maret 2012

TUGAS 1 AKUNTANSI INTERNASIONAL


Nama              : Ika Dini Soleha
NPM               : 20208614
Kelas              : 4EB14

1.      Nona Sasya mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar US$ 1000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000. kurs jual US$= Rp 7.200 dan ¥1= Rp 240,00; sedangkan kurs beli US$ = Rp 7.000,00 dan ¥1= Rp 250,00.  Berapa rupiah uang yang akan diterima Nna Sasya?
Ø      Menggunakan kurs beli
Rupiah = US$ 1000 x Rp 7000      = Rp 7.000.000
Rupiah = ¥ 5000 x Rp 250 = Rp 1.250.000

2.      Jika Tuan Rudolfo memiliki uang rupiah sebesar Rp 10.080.000,00, kemudian ia ingin menukarnya dengan lima mata uang yang saudara pilih, berapa yang akan ia peroleh?
Ø      CAD (Dollar Kanada)                    = Rp 10.080.000
                                                                 9339,87
                                                      = 1079,2
DKK ( Krner Denmark)                 = Rp 10.080.000
                                                                 1623,38
                                                      = 6209,3
NOK (Kroner Norwegia)               = Rp 10.080.000
                                                                 1617,76
                                                      = 6230,8
NZD ((Dollar New Zaeland)           = Rp  10.080.000
                                                                  7572,28
                                                      = 1331,2
PHP ( Peso Filipina)                       = Rp 10.080.000
                                                                  216,32
                                                      = 46497,6
3.      Tn. Michael akan pergi ke lima Negara (Disesuaikan dengan pemilihan mata uang Negara masing-masing individu).ia mempunyai uang sebesar Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Hari ini ia dating ke bursa valas untuk menukarkan uangnya (rupiah).
Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa valas adalah sebagai berikut.
Kurs jual: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs beli: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa yang diterima Tn.Michael dari bursa valas?
Ø      Menggunakan kurs jual
Kurs jual                                              kurs beli
CAD          9339,87                                               9243,13
DKK         1623,38                                               1607,02
NOK         1617,76                                               1599,97
NZD          7572,28                                               7494,14
PHP             216,32                                                 214,01
Ø      Beberapa yang diterima Tn.Michael dari bursa valas (menggunakan kurs beli)
CAD          = Rp 200.000.000       = 21413,6
                              9339,87
DKK         = Rp 200.000.000       = 123199,7
                             1623,38
NOK         = Rp 200.000.000       = 123627,7
                             1617,76
NZD          = Rp 200.000.000       = 26412,1
                             7572,28
PHP           = Rp 200.000.000       = 924556,2
                               216,32
4.      Sepulang dari lima Negara tersebut, Tn.Michael memiliki sisi uang sebanyak 1000 untuk masing-masing mata uang. Ia datang lagi ke bursa valas untuk menukarkan uang dolarnya dengan uang rupiah. Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa sebagai berikut.
Kurs jual: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs beli: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa rupiah Tn.Michael akan menerima hasil penukaran di bursa valas tersebut?
Ø      CAD = CAD 1000 x 9243,13 = Rp 9.243.130
DKK= DKK 1000 x 1607,02 = Rp 1.607,020
NOK = NOK 1000 x1599,97 = Rp 1.599.970
NZD = NZD 1000 x 7494,14 = Rp 7.494.140
PHP = PHP 1000 x 214,01 = Rp 214.010

TULISAN 1 AKUNTANSI INTERNASIONAL


NAMA            : IKA DINI SOLEHA
NPM               : 20208614
KELAS            :4EB14

AKUNTANSI INTERNASIONAL
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah untuk dimengerti dalam pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan dan digunakan diseluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia dalam mengambil suatu keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. Fungsi utama dari akuntansi adalah suatu informasi yang penyajiannya dalam bentuk laporan keuangan dalam suatu organisasi maupun perusahaan. Salah satu dari bidang akuntansi adalah akuntansi internasional.
Akuntansi Internasional adalah salah satu jenis bidang akuntansi yang memilki tujuan  untuk transaksi internasional mengenai perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya yang di mana diharuskan untuk berkembang agar dapat memberikan suatu informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Perkembangan akuntansi internasional dalam zaman seperti ini semakin cepat dan perhatian profesi akuntansipun terhadap masalah ini semakin besar. Terdapat tiga kemungkinan pengertian masyarakat terhadap akuntansi internasional . Pertama, konsep parent-foreign subsidiary accounting atau accounting for foreign subsidiary yang merupakan jenis konsep yang paling lama diantara lainnya sehingga dianggap bahwa akuntansi internasional hanya menyangkut proses penyusunan laporan konsolidasi dari perusahaan induk dengan perusahaan cabang yang berbeda di berbagai negara. Kedua, Konsep comperative atau international accounting  jenis konsep ini lebih menekankan pada upaya mempelajari dan mencoba memahami perbedaan akuntansi di berbagai Negara yang menyangkut pengakuan terhadap perbedaan akuntansi dan praktik pelaporan, pengakuan terhadap prinsip dan praktik akuntansi di masing-masing negara, dan kemampuan untuk mengetahui dampak perbedaan itu dalam pelaporan keuangan. Ketiga, universal atau world accounting jenis konsep ini merupakan kerangka atau konsep di mana kita memiliki satu konsep akuntansi dunia, yang berlaku di semua Negara yang merupakan tujuan akhir dari international accounting. Menurut Belkaoui (1985) beberapa determinan yang mengakibatkan perbedaan tujuan, standar, kebijakan, dan teknnik akuntansi adalah :
1.      Relativisme budaya
2.      Relativisme bahasa
3.      Relativisme politik dan sipil
4.      Relativisme ekonomi dan penduduk
5.      Relativisme hukum dan pajak
Selain itu didalam akuntansi internasional memilki karakteristirk-karekateristik, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, dan kalasifikasi akuntansi internasional yang dapat membedakan dengan jenis akuntansi yang lainnya antara lain adalah dengan sebagai berikut:
·                    Karakteristik-karakteristik akuntansi internasional
1. Bisnis internasional
2. Hilangnya batasan-batasan antar Negara era ekonomi global sering sulit
untuk mengindentifikasi Negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini
terjadi pada perusahaan multinasional.
3. Ketergantungan pada perdagangan internasional.
·                    Faktor-faktor yang memengaruhi akuntansi internasional
1.    Sumber pendanaan
Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum(kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan
perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8. Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak
kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.
·                    Klasifikasi akuntansi internasional
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara: Dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia. Didalam klasifikasi akuntansi internasional terdapat 4 (empat) pendekatan terhadap perkembangan akuntansi yaitu dengan sebagai berikut:
1.      Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2.      Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3.      Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4.      Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Akuntansi internasional juga dapat diklasifikasikan dengan system hukum suatu Negara. (1) Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap penyajian wajar, transparansi, dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan infrmasi investor luar. Akuntansi hukum umum disebut sebagai Anglo Saxon. (2) Akuntansi dalam Negara-negara hukum kode memiliki karakteristik beorientasi legalistic, tidak
membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Bank atau pemerintah mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Akuntansi ini disebut juga continental. Pemberian karakter akuntansi memparalelkan hal yang disebut sebagai model pemegang saham danpihak berkepentingan tata kelila perusahaan dalan Negara hukum umum dan hukum kode.
Selain karakterisitik, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan klasifikasi dari akuntansi internasional maka terdapat juga Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah jenis suatu standar dasar, yang menjelaskan mengenai pengertian dan kerangka kerja  yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards Board)  (IASB)). Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.