ØBahwa
dengan adanya neraca perdagangan ntara Indonesia dengan Malaysia dapat kita
ketahui dengan adanya peningkatan hubungan dagang antara Malaysia dan Indonesia
dapat dilihat dari trend total perdagangannya pada periode 2005 - 2009 yang
nilainya relatif cukup besar yaitu meningkat rata-rata sebesar 12,69% per
tahun. Jika pada tahun 2005 total nilai perdagangan kedua negara hanya
berjumlah USD 7,70 milyar, pada tahun 2008 nilai tersebut menjadi USD 13,48 milyar,
tetapi disebabkan krisis pada 2009 nilai tersebut kembali menurun menjadi USD
11,44 milyar. Pada 2009, total nilai perdagangan bilateral antara Indonesia –
Malaysia mencatat jumlah USD 11,44 milyar, turun sebesar 15,11%% berbanding
periode yang sama tahun 2008.
1.Carilah contoh kasusperusahaan pengguna L/C, skema, dan solusi
dari perusahaan tersebut!
ØLetter of Credit ( LC ) adalah Surat Berharga,
yang merupakan alat bayar untuk sesuatu transaksi ekspor-impor, sehingga
pengaturan hukum atas Letter of Credit tersebut diatur adalam perjanjian Internasional
( bukan perjanjian Nasional / Indonesia ) yang dikuti oleh semua Negara-negara
didunia, yaitu menggunakan UCP.500 ( United Custom Practice .500 )
Kasus : Pemilik Kartu Kredit
sedang berbelanja disebuah toko, yang mana dia sedang membeli barang elektronik
seharga Rp 2.500.000,- , tetapi kemudian teringat membutuhkan uang cash sebesar
Rp. 500.000, karena tidak akan sempat ke ATM, untuk mengambil tunai dengan
Kartu Kredit tersebut, maka dia meminta tolong kepada pemilik toko, agar
kwintansi dalam barang tersebut dibuat Rp. 3.000.000,- dimana yang Rp.500.000
dia minta secara TUNAI atau CASH dan yang Rp. 2.500.000 berupa barang yang dia
beli. Pada saat jatuh tempo pembayaran kartu kredit, maka pemilik kartu kredit
akan ditagih oleh Bank sebesar Rp. 3.000.000 atas transaksi pembelian barang,
bukan terpisah dua transaksi yaitu atas Rp.2.500.000 pembelian barang dan
Rp.500.000 uang cash. Selama tidak ada complain dari salah satu pihak, maka transaksi
tersebut sah-sah saja dan harus dibayar pada saat jatuh tempo. Apakah pada
kwintansi tersebut yang tertulis pembelian barang sebesar Rp.3.000.000 adalah
dokumen fiktif, dimana semua pihak yang terlibat menyepakati dan menyetujui,
yaitu pembeli, penjual, issuing bank & negotiating bank, bahwa harga barang
tersebut adalah Rp. 3.000.000,- dan pembayarannyapun akan dilakukan yaitu
sebesar Rp,.3.000.000,- ditambah premi, dll oleh pemilik kartu kredit kepada
Issuing Bank.
Kesimpulan kasus: Pada
kartu kredit terdapat dokumen pendukung yaitu kwintansi yang seolah-olah harga
barang adalah Rp. 3.000.000,- sedangkan pada L/C seolah-olah telah atau akan
ada pengiriman dengan dokumen yang disepakati didalam L/C.
Solusi : dari
kasus tersebut maka Bank BNI atas sepengetahuan direksi di kantor Pusat,
menyetujui dibuat AKTE
PENGAKUAN HUTANG atas total pendiskontoan L/C yang terjadi dan masih ditambah
dengan Borgtogh oleh Owner dan Konsultan Investasi Sagared Group. Yang pada sebenarnya
bahwa APU tersebut adalah sama dengan Letter of Indemnity partial yang
terlampir per slip L/C yang menyangkut HAK REGRES, yang kemudian direkapitulasi
menjadi total angka didalam APU dengan tambahan jaminan/collateral saja.
1.Nona
Sasya mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat
sebesar US$ 1000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000.
kurs jual US$= Rp 7.200 dan
¥1= Rp 240,00; sedangkan kurs beli US$ = Rp 7.000,00 dan ¥1= Rp
250,00.Berapa rupiah uang yang akan
diterima Nna Sasya?
ØMenggunakan
kurs beli
Rupiah = US$ 1000 x Rp 7000=
Rp 7.000.000
Rupiah = ¥ 5000 x Rp 250=
Rp 1.250.000
2.Jika
Tuan Rudolfo memiliki uang rupiah sebesar Rp 10.080.000,00, kemudian ia ingin
menukarnya dengan lima
mata uang yang saudara pilih, berapa yang akan ia peroleh?
ØCAD
(Dollar Kanada)= Rp
10.080.000
9339,87
=
1079,2
DKK ( Krner Denmark)= Rp 10.080.000
1623,38
=
6209,3
NOK (Kroner Norwegia)= Rp 10.080.000
1617,76
=
6230,8
NZD ((Dollar New Zaeland)= Rp10.080.000
7572,28
=
1331,2
PHP ( Peso Filipina)= Rp 10.080.000
216,32
=
46497,6
3.Tn.
Michael akan pergi ke lima
Negara (Disesuaikan dengan pemilihan mata uang Negara masing-masing
individu).ia mempunyai uang sebesar Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
Hari ini ia dating ke bursa valas untuk menukarkan uangnya (rupiah).
Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa valas adalah
sebagai berikut.
Kurs jual: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs beli: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa yang diterima Tn.Michael dari bursa valas?
ØMenggunakan
kurs jual
Kurs jual kurs
beli
CAD9339,879243,13
DKK1623,381607,02
NOK1617,761599,97
NZD7572,287494,14
PHP216,32214,01
ØBeberapa
yang diterima Tn.Michael dari bursa valas (menggunakan kurs beli)
CAD= Rp 200.000.000=
21413,6
9339,87
DKK= Rp
200.000.000= 123199,7
1623,38
NOK= Rp
200.000.000= 123627,7
1617,76
NZD= Rp 200.000.000=
26412,1
7572,28
PHP= Rp 200.000.000=
924556,2
216,32
4.Sepulang
dari lima
Negara tersebut, Tn.Michael memiliki sisi uang sebanyak 1000 untuk
masing-masing mata uang. Ia datang lagi ke bursa valas untuk menukarkan uang
dolarnya dengan uang rupiah. Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa sebagai
berikut.
Kurs jual: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs beli: tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa rupiah Tn.Michael akan menerima hasil penukaran di
bursa valas tersebut?
Akuntansi
adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan
menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan
sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah untuk
dimengerti dalam pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi
berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam
bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan dan digunakan
diseluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia dalam mengambil suatu keputusan
sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. Fungsi utama dari akuntansi adalah
suatu informasi yang penyajiannya dalam bentuk laporan keuangan dalam suatu organisasi
maupun perusahaan. Salah satu dari bidang akuntansi adalah akuntansi
internasional.
Akuntansi Internasional adalah salah
satu jenis bidang akuntansi yang memilki tujuan untuk transaksi internasional mengenai perbandingan
prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang
kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya yang di mana diharuskan
untuk berkembang agar dapat memberikan suatu informasi yang diperlukan dalam
pengambilan keputusan di perusahaan padasetiap perubahan lingkungan bisnis.
Perkembangan
akuntansi internasional dalam zaman seperti ini semakin cepat dan perhatian
profesi akuntansipun terhadap masalah ini semakin besar. Terdapat tiga
kemungkinan pengertian masyarakat terhadap akuntansi internasional . Pertama,
konsep parent-foreign subsidiary accounting atau accounting for foreign subsidiary
yang merupakan jenis konsep yang paling lama diantara lainnya sehingga dianggap
bahwa akuntansi internasional hanya menyangkut proses penyusunan laporan
konsolidasi dari perusahaan induk dengan perusahaan cabang yang berbeda di
berbagai negara. Kedua, Konsep comperative atau international accounting jenis konsep ini lebih menekankan pada upaya
mempelajari dan mencoba memahami perbedaan akuntansi di berbagai Negara yang menyangkut
pengakuan terhadap perbedaan akuntansi dan praktik pelaporan, pengakuan
terhadap prinsip dan praktik akuntansi di masing-masing negara, dan kemampuan
untuk mengetahui dampak perbedaan itu dalam pelaporan keuangan. Ketiga,
universal atau world accounting jenis konsep ini merupakan kerangka atau konsep
di mana kita memiliki satu konsep akuntansi dunia, yang berlaku di semua Negara
yang merupakan tujuan akhir dari international accounting. Menurut Belkaoui
(1985) beberapa determinan yang mengakibatkan perbedaan tujuan, standar,
kebijakan, dan teknnik akuntansi adalah :
1.Relativisme budaya
2.Relativisme bahasa
3.Relativisme politik dan sipil
4.Relativisme ekonomi dan penduduk
5.Relativisme hukum dan pajak
Selain itu
didalam akuntansi internasional memilki karakteristirk-karekateristik,
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, dan
kalasifikasi akuntansi internasional yang dapat membedakan dengan jenis
akuntansi yang lainnya antara lain adalah dengan sebagai berikut:
·Karakteristik-karakteristik
akuntansi internasional
1. Bisnis internasional
2. Hilangnya batasan-batasan antar Negara era ekonomi global sering
sulit
untuk mengindentifikasi Negara asal suatu
produk atau perusahaan, hal ini
terjadi pada perusahaan
multinasional.
3. Ketergantungan pada
perdagangan internasional.
·Faktor-faktor
yang memengaruhi akuntansi internasional
1.Sumber
pendanaan
Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki
focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan
dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko
terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber
utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran
akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum
umum(kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap
yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan
dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum
berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh
kasus dalam kode yang lengkap.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar
karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya
untuk keperluan pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah,
kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan
mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan
perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan
Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam
suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna
jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek
derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang
berkompeten.
8. Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara:
Dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan
bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris
menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi
seluruh dunia. Didalam klasifikasi akuntansi internasional terdapat 4 (empat)
pendekatan terhadap perkembangan akuntansi yaitu dengan sebagai berikut:
1.Berdasarkan
pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk
meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2.Berdasarkan pendekatan mikroekonomi,
akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada
perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3.Berdasarkan pendekatan independent,
akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan
dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi
dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses
bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4.Berdasarkan pendekatan yang seragam,
akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi
oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan
penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan
manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis
bisnis.
Akuntansi internasional juga dapat diklasifikasikan dengan system hukum
suatu Negara. (1) Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter
berorientasi terhadap penyajian wajar, transparansi, dan pengungkapan penuh dan
pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi
sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan
infrmasi investor luar. Akuntansi hukum umum disebut sebagai Anglo Saxon. (2)
Akuntansi dalam Negara-negara hukum kode memiliki karakteristik beorientasi
legalistic, tidak
membiarkan
pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan
pajak. Bank atau pemerintah mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan
dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Akuntansi ini
disebut juga continental. Pemberian karakter akuntansi memparalelkan hal yang
disebut sebagai model pemegang saham danpihak berkepentingan tata kelila
perusahaan dalan Negara hukum umum dan hukum kode.
Selain karakterisitik,
faktor-faktor yang mempengaruhi, dan klasifikasi dari akuntansi internasional
maka terdapat juga Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial
Reporting Standards (IFRS) adalah
jenis suatu standar dasar, yang menjelaskan mengenai pengertian dan kerangka kerja
yang diadaptasi oleh Badan Standar
Akuntansi Internasional (International Accounting Standards Board) (IASB)). Sejumlah
standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards
(IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi
Internasional (Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih
tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama
pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada.
IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan
nama IFRS.